UTS MATA KULIAH PENCAK SILAT
Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Pencak Silat
Nama : Mohamad Ilham Agil Tri Saputra
NIM : 20060484057
Kelas : IKOR 2020B
SIKAP DAN GERAKAN DASAR PENCAK SILAT
Pada beladiri pencak silat, sikap merupakan hal yang penting sekali dalam mengambil gerak-gerak selanjutnya. Sikap dan gerak akan mempengaruhi bentuk-bentuk pembelaan dan serangan. Dalam pencak silat, dikenal istilah jurus, jurus adalah dasar pencak silat yang merupakan senjata anatomi tubuh untuk mempertahankan diri dan batas serangan. Antara penyerang dan yang mempertahankan saling menggunakan jurus-jurusnya. Sikap dan gerak itu narti mempengaruhi juga posisi. bila posisi atau kedudukan sikap kita baik, mudah untuk memunahkan serangan lawan dengan jurus-jurus yang kita kehendaki.Sebaliknya bila posisi atau kedudukan kita kurang baik, sukar untuk melaksanakan gerakan dengan baik. Bila kita mempunyai posisi yang baik akan lebi menguntungkan, lebih banyak kemungkinan melindungi bagian yang lemah dari tubuh kita sendiri, dan dapatmembatas menyerang bagian-bagian yang lemah dari lawan.Sebaliknya bila posisi lemah atau kurang baik, kita mudah diserang bagian-bagian lemah kita, sehingga posisi kila rusak, sikap dan gerak kita kacau dan kurang terkontrol.Pencak silat yang baik selalu berupaya agar pihak lawan selalu berada dalam posisi kedudukan yang tidak baik, misalnya dengan sikap dan gerak tipu menghilangkan keseimbangan lawan, sapuan kaki, ungkitan terhadari lawan dan sebagainya. Sikap dan gerak sebagai dasar pencak silat harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh.
1. Sikap Dasar Pencak Silat.
Pembentukan sikap merupakan dasar dari pembentukan gerak yang meliputi sikap jasmaniah dan rohaniah. Sikap jasmaniah, ialah kesiapan fisik tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan dengan kemahiran teknik yang baik. Sikap rohaniah, ialah kesiapan mental dan pikiran untuk melakukan tujuan dengan waspada, siaga praktis dan efisien.
a. Sikap berdiri.
Sikap berdiri pada pencak silat garis besamya ada tiga sikap, antara lain :
1) Sikap berdiri tegak
2) Sikap berdiri kangkang
3) Sikap berdiri kuda-kuda.
Sikap berdiri tegak.
- Badan tegak lurus, pandangan ke depan, bahu, dada, perut wajar, rilex.
- Tumit rapat, telapak kaki membuat sudut 90 derajat.
- Berat badan pada kedua kaki
- Bernafas wajar, melalui hidung.
Sikap berdiri tegak sesuai dengan sikap kedua tangan dapat dibedakan menjadi 4 (empat) sikap tegak :
- Sikap tegak 1, kedua lengan dan tangan lurus di samping.
- Sikap tegak 2, kedua tangan mengepal berada di pinggang
- Sikap tegak 3, kedua tangan mengepal di dada
- Sikap tegak 4, kedua tangan silang di dada
Sikap tegak 1 digunakan untuk :
- Sikap slap, pada waktu berbaris
- Melakukan pemusatan diri, berdoa
- Sikap awal melakukan gerakan
Sikap tegak 2 dan 3 digunakan untuk :
- Sikap awal melakukan gerakan dasar
- Sikap awal melakukan elementer.
Sikap tegak 4 digunakan untuk :
- Sikap awal melakukan gerakan teknik
- Sikap awal melakukan sambung/bertanding
- Sikap salam atau menghormat
Dari sikap tegak 1, kemudian dua telapak tangan merapat di depan dari a disertai dengan anggukan kepala, kemudian kernbali ke sikap tegak 1 lagi.
GAMBAR 2
Sikap Salam/Menghormat
Sikap menghormat dilakukan pada waktu :
a. Setiap awal dan akhir pelajaran/lalihan kepada guru pelatih.
b. Memberi salam kepada teman.
Memakai dan mengakhiri perrnainan/pertandingan.Sikap bersyukur/berdoa/memusatkan diri.Merentangkan kedua lengan ke atas, pandangan ke atas menjelang sikap berdoa rapatkan kedua tetapak tangan di atas kepala turunkan di depan dari a, tundukkan kepala ditanjutkan sikap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap berdoa dapat juga dengan mengambil sikap tegak 1 tundukkan kepala ke bawah
Sikap istirahat
Dengan merentangkan kaki kiri ke samping, pergetangan tangan kiri dipegang tangan kanan, ibu jari melingkar. Dan sikap istirahat ke sikap tegak 1, kaki kiri dirapatkan ke kaki kanan.Sikap istirahat ini dilakukan pada waktu mendengarkan petunjuk atau petuah guru. Konsentrasi dan indera dipasang baik-baik.
Gambar 4.Sikap Istirahat
2) Sikap berdiri kangkang
Sikap berdiri kangkang adalah sikap dasar untuk langkah dan kuda-kuda. Titik pertemuan garis-garis sikap menunjukkan fisik berat badan, agar kedua kaki sama simetris. Cara mengambil sikap dengan :
- merentang kaki kiri ke kiri, atau merentangkan kaki kanan ke kanan, atau
- loncatan kecil merentangkan kedua kaki langsung membentuk sikap kangkang.
Latihan sikap berdiri kangkang, dimulai dari sikap tegak 1, melaksanakan sikap kangkang tiga cara ganti berganti pandangan tetap kemuka. kedua tangan mengepal berada di pinggang.
3) Sikap berdiri kuda-kuda
Kuda adalah posisi tertentu, sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan balasserang. Masalah posisi dalam pencak silat, pada hakikatnya sebagian besar adalah masalah kuda-kuda. Banyak ragam bentuk kuda-kuda, setiap kedudukan kaki dinamai kuda-kuda. Pada waktu melakukan kuda-kuda keseimbangan badan penting sekali, karena bila keseimbangan bar' kita tidak benar, akan mudah jatuh, lebih-lebih bila yang menyerang itu melakukan dengan tenaga yang kuat.
Perlu kita ketahui adanya dua macam keseimbangan badan yaitu keseimbangan badan dalam keadaan berhenti dan dalam keadaan bergerak. Pada keseimbanganbadan yang bergerak itu tidaklah mungkin, dan tidaklah tepat bila kedudukan kaki dilaksanakan sekuat-kuatnya, karena tidak akan mampu atau sukar melakukan gerak yang efektif.
Dalam sikap kuda-kuda, badan dalam keadaan seimbang; tetapi dapat mudah bergerak. Hal ini berkaitan dengan kepentingan bagi posisi kita baik dalam keadaan berhenti, maupun dalam keadaan kita bergerak.
Sikap berdiri kuda-kuda terdiri :
a) Kuda-kuda depan
b) Kuda-kuda belakang
c) Kuda-kuda tengah
d) Kuda-kuda samping
e) Kuda-kuda silang, terdiri dari :
- Kuda-kuda silang depan.
- Kuda-kuda silang belakang
a) Kuda-kuda depan
Untuk melatih kuda-kuda depan, kita pergunakan garis 8 penjuru mata angin. Dimulai dari berdiri di tengah-tengah titik 0. Bergerak kaki kin dulu atau kanan, berat badan dilimpahkan pada arah depan, jadi titik berat badan berada sedikit pada kaki depan.
Dan sikap awal tegak 2, geser kaki kanan ke depan menjadi kuda-kuda depan, tarik kaki kanan kembali sikap semula. Geser kaki kiri ke belakang mejadi kuda‑kuda depan dengan mundur tarik kaki kiri ke depan kembali sikap semula, sikap tegak 2. Pada dasamya sikap kuda-kuda depan di rnulai dari sikap awal sikap tegak 2, kemudian kaki kiri atau kaki kanan digeser ke arah sesuai dengan arah delapan penjuru mata angin (lihat gambar 7).Setelah kaki berhenti melangkah/bergeser titik berat badan harus tetap di tengah, tidak bergoyang-goyang, kaki belakang ditekuk sedikit, tidak boleh lurus.
a) Kuda-kuda belakang
Berat badan kuda-kuda belakang dilimpahkan pada kaki belakang. Tumit yang dipakai tumpuan segaris tegak dengan panggul kita. Badan jangan condong kebelakang atau ke depart, demikian juga jangan miring kiri atau ke akan kaki depan menapak tumit atau ujung kaki saja. Kuda-kuda belakang banyak terpakai, yaitu dipakai untuk mengelak, menghindar. Selain untuk mengelak terhadari serangan lawan kuda-kuda belakang juga berguna untuk menyerang.
Gambar 8
Kuda-kuda belakang
Serong kanan depan
Serong kiri depan
Samping kiri
Serong kiri belakang
Serong kanan belakang
Dari sikap awal sikap tegak 2, kaki kiri mundur ke belakang membuat posisi kuda-kuda helakang, kembali ke sikap tegak 2 pada titik 0. Demikian juga bila kaki kanan mundur ke belakang membuat posisi kuda-kuda belakang. Bila mundur serong kiri belakang atau serong kanan belakang membuat posisi kuda-kuda belakang.
b) Kuda-kuda tengah.
Kuda-kuda tengah adalah kuda-kuda yang kuat, banyak dilakukan pada serangan atau tangkisan yang agak rendah. Pada kuda-kuda tengah keseimbangan badan ada di tengah tengah. Dan pinggang sampai kepala harus lurus dan tegak. Pandangan ke depan, kedua lutut segaris tegak lurus dengan ibu jari kaki kiri dan kaki kanan.
Pada dasarnya prinsip pelaksanaan sikap kuda-kuda tengah sama dengan melaksanakan kuda-kuda depan. Pada kuda-kuda depan hanya kaki, sedangkan pada kuda-kuda tengah lutut kuda-kudanya segaris tegak harus dengan kedua kaki masing-inasing.
c) Kuda-kuda Samping.
Dari titik 0 kaki kiri menggeser ke samping kiri. Berat badan pada kaki kiri, bahu kanan sejajar/segaris dengan kaki. Kuda-kuda ini banyak dipakai untuk mengelak serangan menghilangkan bidang sasaran sena untuk masuk menyerang lawan memotong langkah lawan.
d) Kuda-kuda silang.
Kuda-kuda silang dapat dilaksanakan yaini laug depan dan silang belakang. Berat badan dilimpahkan pada satu kaki yang lain ringan sentuhan dengan ibu ujung jari kaki. Di daerah berpasir atau berlumpur, ujung jari atau punggung kaki dapat mengambil sikap menyerok. Pada sikap silang deposit kaki yang ringan siap untuk menendang/menjejak, tetapi lincah berpindah arah untuk menghilangkan serangan. Pada sikap silang belakang kaki yang dipakai tumpuan dapat untuk menyerang. Posisi ini untuk sekali-sekali menipu lawan, kaki yang satunya dapat berubah tempat. Sikap gerak pembelaan/serangan selalu didukung oleh sikap kuda-kuda tertentu, maka latihan sikap kuda-kuda harus ditanamkan benar-benar. Latihan dasar kuda-kuda dilakukan dari sikap tcgak 2.
Gambar 11.Kuda kuda silang
4) Sikap Jongkok
Sikap jongkok ada dua macam, jongkok dan jengkeng. Sikap jongkok di sini bukan jongkok biasa, tetapi mencangkung pantat duduk pada ujung kedua tumit. Pinggang, punggung, leher dan kepala tegak lurus pandangan mata ke depan. Keseimbangan tetap dijaga dengan baik. Kedua telapak tangan diletakkan di kedua lutut masing-masing tetapi dijaga kewaspadaan dan kesiagaan. Jari-jari kaki dilatih juga otot-otot bahu tungkai bawah dan sendi lutut ditambah sendi bahu. Untuk puteri kedua kaki agak merapat demikian juga sikap jengkeng.
5) Sikap Duduk
Sikap duduk meliputi sikap duduk pada umumnya dan sikap duduk sebagai dasar permainan bawah. Untuk permainan bawah ada 4 (empat) sikap, yaitu : duduk, sila, simpuh, sempok/depok dan trapsila/mengorak sila. Dari sikap awal sikap tegak 2 kemudian duduk, sila atau sempok sila alasnya tegel atau ubin yang dijaga adalah ruas-ruas tulang belakang beristimewa ruas tulang ekor. Terlalu keras ke ubin berbahaya untuk mata. Untuk latihan gerakan sikap duduk tangan kiri atau kanan membantu bila telah lancar tanpa bantuan tangan. Sikap simpuh kedua lutut mendarat simpuh dilakukan seperti sembahyang. Bila jari-jari kaki ditekuk dan tumit menyangga badan.
Kelima sikap tersebut, badan dan kepala tegak, pandangan lurus ke muka, jadi sederhana tetapi tetap gagah dan anggun. Waktu sila kedua kaki melipat ular bergelung siap melakukan belaan atau serangan kaki. Kedua lengan/tangan siap sempok/depok kaki yang di alas, siap membela menyapu, menggunting lawan, menghalau/menjejak perut lawan.
6) Sikap Berbaring.
Sikap berbaring mempunyai fungsi untuk dasar menjatuhkan diri dan sikap pembelaan, seorang pesilat tidak boleh jatuh, tetapi kalau jatuh, apakah jatuhnya terlentang, miring alau telungkup, harus benar-benar jatuhnya tidak apa-apa, masih dalam sikap pembelaan. Pada jatuh telungkup mendarat kedua tangan dulu, jangan muka dulu, hati-hati dari a, otot-otot lengan, tangan balm harus kuat. Memang ada pesilat yang khas bermain bawah, langsung terlentang atau miring. Dalam hal ini dari al melakukan lipatan kaki, sapuan, tolakan dan serangan batas an lainnya. Sikap berbaring terdiri dan : Sikap telentang, sikap miring, dan sikap telungkup.
Gambar 14.Sikap Berbaring
Pada sikap jatuhan telentang angkatlah, misalnya paha 90 derajat, telapak tangan kanan di dari a, tangan kanan lurus agak serong. Lutut kaki kanan dibengkokkan, badan turun pelan-pelan, jatuh telentang pelan-pelan. Hati-hati ruas tulang ekor dan belakang kepala. Tungkai bawah bila paha diangkat dengan sendirinya tergantung lurus dilakukan kiri dan kanan.
Untuk jatuhan sikap miring, dari telentang kaki kanan yang lututnya bengkok pindahkan melalui kaki kiri, ditekuk lutut kanannya, sedangkan tangan kanan yang di dada pindah ke pangkal paha, kaki kanan. Tangan kiri tetap menahan, dilakukan kiri dan .kanan. Tangan kiri tetap menahan, dilakukan kiri dan kanan. Sikap telentang diawali dari sikap tegak 2. Jongkok terus simpuh, kemudian mendaratlah kedua lengan sebatas siku membentuk segitiga. Bertumpuan pada kedua kaki dan kedua tangan sebatas siku. Lutut, perut dan dari jangan mengenai lantai
7) Sikap Khusus.
Sikap khusus yang penting adalah tegak satu kaki. Dalam cerita silat terkenal, dengan nama ayam jantan emas berdiri satu kaki. Elakan burung bangau Nusantara juga disebut panccr atas . Sikap tegak satu kaki ini merupakan dasar melatih keseimbangan yang perlu untuk gerak pembelaan maupun serangan.
Sikap khusus antara lain : sikap tegak satu kaki, sikap harimau/merangkak, sikap monyet, sikap naga dan sebagainya.
Sikap harimau dimulai dari sikap awal kuda-kuda depan, turun pelan-pelan dibantu dengan kiri.
Sikap monyet, gerakannya lucu, tapi penuh serang, bela geser gesit, terampil, serangan tidak diduga.
Gambar 15.Sikap Khusus
8) Sikap Pasang
Pengertian sikap pasang adalah suatu siaga untuk melakukan pembelaan atau serangan yang berpola dan dilakukan pada awal serta akhir dari rangkaian gerak. Sikap pasang mempunyai unsur-unsur : sikap kuda-kuda, sikap tubuh, sikap lengan dan tangan. Sikap pasang merupakan sikap yang penting dalam penyajian seni dan pertandingan pencak silat olahraga.Ditinjau dari tinggi rendahnya sikap tubuh, maka sikap pasang dapat dibagi menjadi tiga, yaitu : pasang atas pasang tengah, dan pasang bawah. Pasang atas dan pasang tengah rnenggunakan kuda-kuda atau sikar kaki sebagai berikut :
1) kuda-kuda depan
2) kuda-kuda belakang
3) kuda-kuda silang (depan dan belakang)
4) dan sikap khusus lainnya atau menirukan binatang
5) kuda-kuda samping
a. Sikap Pasang Atas :
Dari berdiri sikap tegak 4, kaki kiri maju dengan menyodorkan lengan tangan kiri ke depan, kembali sikap tegak 4. Kemudian ganti kaki kanan maju, dengan menyodorkan lengan tangan kanan ke depan, kembali sikap tegak 4. Selanjutnya dilaksanakan dengan maju dan mundur pandangan tetap ke depan, dan keseimbangan tempat dijaga.
b. Sikap Pasang Bawah :
Sikap pasang pada pasang bawah (rendah) salah satu lutut bertumpu di lantai. Titik berat badan lebih rendah, mendekati bidang tumpuan. Beban lebih berat, sedangkan gerakan harus cepat dan lincah. Sikap pasang dengan jongkok atau jengkeng, dimulai dari sikap awal tegak 2.
2. Gerak Dasar Pencak Silat.
Dari sikap kuda-kuda depan, kuda-kuda tengah sampai dengan kuda-kuda silang dapat dikembangkan berbagai bentuk gerak pembelaan ataupun bentuk gerak penyerangan, yaitu merupakan bentuk gerak dasar pencak silat. Untuk menguasai gerak dasar tersebut, perlu dipahami arah delapan penjuru mata angin dan langkah-langkah, supaya dapat memperoleh kedudukan yang cepat bila menghadari lawan disertai dengan penempatan kaki yang benar. Dan satu bentuk langkah membuat bentuk baru. Dari posisi yang satu membentuk posisi yang lain. Adapun bentuk gerak dasar pencak silat meliputi unsur unsur :
1. arah (delapan penjuru mata angin)
2. cara melangkah
3. langkah dan posisi
4. bentuk/pola langkah
1. Arah.
Pengertian dan pemahaman mengenai arah sangat diperlukan dalam pembentukan gerak dasar pencak silat. Arah yang harus dipahami adalah arah delapan penjuru mata angin, dalam pengertian gerak, yaitu :
1) Belakang
2) Serong kiri belakang
3) Samping kiri
4) Serong kiri depan
5) Depan
6) Serong kanan depan
7) Samping kanan
8) Serong kanan belakang dan 0 = titik awal setempat.
Dapat dimulai sebagai latihan dasar kuda-kuda depan, bergerak dari nomor 1 (belakang), kemudian ke nomor 2 arah serong kiri belakang dan seterusnya. Latihan dapat dilakukan berputar menurut arah jarum jam. Selanjutnya dapat dilakukan dengan langkah mundur, karena sifat pencak silat ditekankan pada pembelaan.
2. Cara Melangkah.
Cara melangkah yaitu, cara memindahkan injakan kaki, dapat dilakukan dengan :
1) Angkatan
2) Geseran
3) Putaran
4) Lompatan
5) Loncatan
6) Ingsutan
1) Angkatan,
Angkatan tinggi dan angkatan rendah. Angkatan tinggi : satu kaki diangkat tinggi, paha dasar, letakan kaki tersebut pada tempat yang tertentu sesuai dengan arah tujuan.
Gambar 20&21.Langkah dengan angkatan rendah/tinggi
1. Petunjuk latihan:
1. Latihan dasar tendangan dilakukan dengan sikap awal , sikap tegak 2, sikap tegak 3, atau sikap tegak 4. Dasar untuk melakukan tendangan yang baik adalah keseimbangan sikap tegak dengan satu kaki, maka latihan mengangkat satu kaki perlu diberikan terlebih dahulu. Kemudian latihan dasar menendang dengan sikap awal kuda-kuda. Setelah menendang, tungkai bagian bawah cepat-cepat ditarik kembali seperti pegas (sendal pancing). Penggunaan tenaga +- 80%.
2. Selanjutnya dilakukan latihan bentuk-bentuk tendangan dengan sikap tubuh dan sikap tangan dimulai dari latihan tendangan depan. Latihan setempat dapat ditingkatkan dengan latihan melangkah dan merangkai.
3. Latihan tendangan harus disertai pemahaman adanya elakan dan tangkisan serta pembelaan lainnya yang menjadi pedoman pembelaan.
Pedoman untuk Gerakan Perangkai/Senam Pencak Silat:
1. Dari gerak gerik dasar hindaran/elakan berangkai untuk Senam Pencak Silat. Gerakan dimulai dari sikap tegak 2, 3 atau 4 dengan rangkaian gerakan sebanyak 3 gerakan dan kembali ke sikap tegak. Dilakukan mulai dengan kanan (1-4) kemudian kiri (5-8).
2. Iringan irama dapat dengan gendang pencak, lagu-lagu mars, atau alat tabuhan daerah lainnya.
Rangkaian : A (=BU)
Rangkaian : B (=BP)
2. Rangkuman
Pokok dasar ajaran pencak silat Indonesia, ialah: "Jangan mendahului, akan tetapi jangan mau didahului dan mengutamakan pembelaan/keselamatan". Jadi harus tetap waspada, tetapi tidak lepas pula dari pada keharusan untuk memupuk keluhuran budi, sesuai dengan Pancasila. Serangan adalah usaha pembelaan diri dengan menggunakan lengan/tangan atau tungkai/kaki untuk mengenai sasaran tertentu pada anggota tubuh lawan.
Serangan lengan, dibagi menjadi :
a. Serangan tangan
- Melalui depan, antara lain tebak, tinju, dorong, sodok, dan bandul.
- Melalui bawah, antara lain: bantul/catok, sanggah dan colok/tusuk.
- Melalui atas.
- Melalui samping, antara lain: pedang tampar, bandul dan kepret.
b. Pola Langkah Segi Tiga
Segitiga tunggal
Gambar 31: Pola Langkah Segitiga
Pelaksanaan pola langkah segitiga: berdiri di titik O, geser kaki kanan ke titik 1, ikuti kaki kiri ke titik 2,terus kaki ke titik 4, geser terus kaki ke titik 4, 5 (berat badan - di titik 5), tarik kaki kanan ke titik 6, terus kaki kanan ke titik 7 dengan kuda-kuda depan, tarik kaki kanan ke titik 8, kembali sikap awal.
Bila telah dikuasai cobalah start kaki kiri, dengan angkatan dan lompatan.
c. Pola Langkah Seri Empat
Gambar 32: Pola Langkah Segi Empat
d. Pola Langkah Huruf S
Gambar 33: Pola Lungkah Huruf S
Pelaksanaan pola langkah huruf S: berdiri di titik O menghadari sesuai arah panah, geser kaki kanan ke arah 1 berat badan di kaki kanan, ikuti kaki kiri, terus kaki kiri ke titik 3 berat badan di kaki kiri, terus kebut kaki kanan lewati kaki kiri sampai di titik 4, kaki kanan yang di titik 4 di titik 5 putar di tempat. Sementara kaki kiri yang berada di titik 3 jinjit, gugus kaki kiri lewat tanda panah dengan jalur titik-titik 6 sampai ke titik 7 dibebani berat badan, akhirnya merapat ke dua kaki di titik 8 menghadari sesuai dengan panah.
Rangkuman
Manusia bergerak adalah suatu hal yang sederhana dan biasa. Tetapi bergerak melaksanakan pencak silat, bukan hal yang sederhana dan biasa, Untuk dapat melaksanakan pencak silat dengan baik dan benar, diperlukan latihan secara berhadapan sungguh-sungguh, intensif dan terus menerus.Hal ini disebabkan karena pencak silat merupakan variasi, sikap dan gerak yang disusun dan diatur dalam suatu sistem sikap dasar pencak silat meliputi sikap jasmaniah dan rohaniah. Sikap jasmaniah ialah kesiapan fisik untuk melakukan gerakan-gerakan dengan kemahiran teknik yang baik.Sikap rohaniah ialah kesiapan mental, pikiran, perasaan untuk mencapai tujuan dengan waspada, siaga, praktis dan efisien. Macam-macam Sikap Dasar Puncak Silat :
a. Sikap berdiri :
- Sikap berdiri berak
- Sikap berdiri kangkang
- Sikap berdiri kuda-kuda
b. Sikap Jongkok:
- Sikap jengkok
- Sikap jengkeng
c. Sikap duduk:
- Sikap duduk biasa
- Trapsila, mengorak sila
- Sikap simpuh
- Sikap sila
- Sikap sempok/depok
d. Sikap berbaring:
- Sikap berbaring terlentang
- Sikap berbaring miring
- Sikap berbaring telungkup
e. Sikap khusus:
- Sikap tegak satu kaki
- Sikap rimau merangkak
- Sikap monyet/naga
f. Sikap pasang :
- Sikap pasang atas depan sejajar
- Sikap pasang atas depan serong
- Sikap pasang bawah jongkok ke depan
- Sikap pasang bawah jengkeng ke samping
Gerak dasar pencak silat adalah merupakan pengembangan dari sikap dasar pencak silat menjadi berbagai bentuk gerak pembelaan ataupun bentuk gerak penyerangan. Untuk menguasai gerak dasar, perlu dipahami arah delapan penjuru mata angin, dan langkah-langkah supaya dapat memporoleh kedudukan yang tepat bila munghadapi lawan disertai dengan penempatan kaki yang benar.
Bentuk-bentuk gerak dasar pencak silat.
a. Arah delapan penjuru mata angin
- Belakang
- Serong kiri belakang
- Samping kiri
- Serong kiri depan
- Depan
- Serong kanan depan
- Samping kanan
- Serong kanan belakang
b. Cara melangkah :
- Langkah dengan angkutan
- Langkah dengan geseran
- Langkah dengan Putaran
- Langkah dengan lompatan
- Langkah dengan loncatan
- Langkah dengan ingsutan
c. Langkah dan posisi:
- Langkah posisi segaris
- Langkah posisi tegak lurus
- Langkah posisi serong
d. Bentuk/Pola Langkah:
- Pola langkah lurus
- Pola langkah gergaji
- Pola langkah, ladam
- Pola langkah segitiga
- Pola langkah segi empat
- Pola langkah huruf S.
1. TANGKAPAN
Tangkapan adalah suatu usaha pembelaan dengan cara menahan lengan/tungkai lawan untuk menjaga serangan berikutnya atau merupakan unsurdari teknik jatuhan atau kuncian. Tangkapan dapat dilakukan dengan satu lengan atau dua lengan.Unsur tangkapan meliputi kuda-kuda dan sikap tubuh yang memperhitungkan titik berat badan yang memberikan keseimbangan yang kuat. Dalam keseimbangan itu bukanlah berarti kuda-kuda demikian knkoh sehingga sukar bergerak, bahkan sebaliknya haruslah tuudah berubah ke benluk posisi yang lain. Pengaturan tenaga seefisien mungkin agar tidak cepat lelah dalam menghadari lawan yang kuat.
a. Tangkap satu tangan
Terdiri dari :
1) Tangkapan dengan Tangan
2) Tangkapan dengan lengan
3) Tangkapan dengan kaki di kempit
Tangkapan yang baik didahului dengan teknik elakan, yaitu menghindar dari sasaran gerak lawan atau dari lintapan serangan lawan, atau dengan teknik tangkisan. Tangkapan dapat dilanjutkan dengan teknik jatuhan atau kuncian.
1) Tangkapan dengan tangan














































































































sangat bermanfaat pak tentara
ReplyDeletesangat baik dan bermanfaat
ReplyDeletecohhhhh
ReplyDelete